Skip to main content

Tersungkur dalam tak mampu bangkit sendiri

Kukira akan bersua bianglala, setelah mendung sekian lama. Namun lagi-lagi, hanyalah fatamorgana rasa.

Harapan semu yang di balut kata-kata, tak mampu terwujud sebagaimana inginnya, tak pernah terengkuh bagaimana pun di dorong karsa.

Benarnya itu semua hal yang biasa..

Hanya saja, bodohnya aku yang menjadikannya binasa. Mengulang lagi bala tanpa pernah selesai berkaca

Hingga akhirnya jatuh lagi di tempat yang sama..

Bukan banyaknya luka yang menjadikan keperihan, namun matinya asa setelah lama tersiksa

Comments

Popular posts from this blog

[Review Buku] Raggedy Tale, menurutmu ini termasuk buku apa ??

Tulisan ini untuk seorang kawan, yang sudah bersedia mengirimkan buku ini.. Tampak depan buku First look and impression Raggedy Tale, adalah sebuah buku yang cukup sulit untuk di deskripsikan. Berbeda dengan novel dan komik yang format dan kontennya sudah jelas, maka Raggedy Tale ini punya kategori yang mungkin bisa dibilang 'uncategorized, yet'. Lihat saja dari sampulnya yang glossy namun memiliki gambar sampul yang lebih mirip seperti artwork atau sampul album musik. Tapi dengan ukuran buku A5 dan jenis 'kertas standard' buku bacaan (ga tau namanya) buku ini sekilas kelihatan seperti novel remaja. Bedanya adalah ketika dibuka, baru akan terlihat kalau sebenarnya ini adalah komik. Walaupun sekali lagi, setelah dibaca juga sebenarnya formatnya agak berbeda dengan komik.

Kamu. Kamu. Dirimu.

Walau ku tak lagi menyapa dirimu, Walau ku tak lagi menyapa dirimu, Ketahuilah diriku masih senantiasa menyebut namamu.. Walau kau tak lagi mengharapkan diriku, Ketahuilah aku masih senantiasa berharap kita akan dapat bertemu.. Kamu. Kamu. Dirimu.