Skip to main content

Yang hening dalam cerita..

Disaat lidah ini mulai terbelenggu,

Maka kedua tangan inilah yang akan terus bersuara.

Dia yang akan melanjutkan mewakili jiwa dan tak terbatas dalam kisahnya.

Hingga pasung datang merenggut suaranya.

Dan memenggal setiap kata yang dikeluarkannya.

Maka pada apa aku akan tetap bercerita,

Pada hening yang menyentuh dasar jiwa,

Pada dingin yang mendekap malam sehabis senja,

Merangkak aku terlunta, di bawah beranda duka..

-November 25th, 2013-

Comments

Popular posts from this blog

[Review Buku] Raggedy Tale, menurutmu ini termasuk buku apa ??

Tulisan ini untuk seorang kawan, yang sudah bersedia mengirimkan buku ini.. Tampak depan buku First look and impression Raggedy Tale, adalah sebuah buku yang cukup sulit untuk di deskripsikan. Berbeda dengan novel dan komik yang format dan kontennya sudah jelas, maka Raggedy Tale ini punya kategori yang mungkin bisa dibilang 'uncategorized, yet'. Lihat saja dari sampulnya yang glossy namun memiliki gambar sampul yang lebih mirip seperti artwork atau sampul album musik. Tapi dengan ukuran buku A5 dan jenis 'kertas standard' buku bacaan (ga tau namanya) buku ini sekilas kelihatan seperti novel remaja. Bedanya adalah ketika dibuka, baru akan terlihat kalau sebenarnya ini adalah komik. Walaupun sekali lagi, setelah dibaca juga sebenarnya formatnya agak berbeda dengan komik.

Kamu. Kamu. Dirimu.

Walau ku tak lagi menyapa dirimu, Walau ku tak lagi menyapa dirimu, Ketahuilah diriku masih senantiasa menyebut namamu.. Walau kau tak lagi mengharapkan diriku, Ketahuilah aku masih senantiasa berharap kita akan dapat bertemu.. Kamu. Kamu. Dirimu.