Skip to main content

Semalam aku memimpikanmu...

Semalam aku memimpikanmu..

Sedang bermain di tempat itu,

Hanya saya, bukan aku yang menemanimu,

Sebab kamu sedang bersama laki-laki itu,

Entah siapa dia, entah siapa temanya, entah siapa temanmu,

Yang pasti itu bukan aku,

Dan kamu pun terlihat asyik bersama mereka,

Sedang aku hanya bisa terheran dan penuh tanya,

Sedang apa kalian disana, kenapa sampai sebegitunya,

Apa benar kalian hanya teman saja,

Ataukah aku yang terlalu lugu dan tidak tahu,

Kalau hal yang seperti itu sudah biasa,

Entahlah, aku tak mau tahu,

Lebih baik aku pergi, daripada harus merusak keasyikanmu,

Lalu aku pun berada pada sebuah masyarakat,

Yang tak jauh dari tempat bermainmu,

Kukira itu tempat tinggalmu,

Hanya saja,

Aku heran dengan kelakuan orang-orang disitu,

Menjijikkan.. tidak tahu malu..

Yang benar saja,

Bagaimana bisa mereka berbuat seperti itu,

Aku pun berlari,

Mencoba mencari tempat yang lain lagi,

Siapa tahu tadi hanya salah ruangan,

Karena belum sempat permisi,

Namun tampaknya tidak,

Semuanya sama,

Yang seperti itu biasa,

Aku pun berlari lagi,

Mencari kamu,

Mencari kebenaran dari tempat tinggalmu,

Tapi tak ada yang bisa kutuju,

Selain kebingunganku,

Dan lalu lalangnya manusia di sekitarku,

Hingga aku terbangun,

Dan sadar,

Bahwa aku telah memimpikanmu,

Dengan mimpi yang sangat kuat,

Bahkan pada detik aku menuliskan kegelisahan ku disini,

Aku masih mengingat semua tentang kamu,

Meski hanya dalam mimpi,

Namun ini seperti sebuah petunjuk bagi langkahku,

Yang saat ini sedang berhenti,

Antara menemuimu,

Atau pergi meninggalkanmu...

========

10 April 2017 /11 Rajab 1438 H

Lepas tengah malam bulan purnama..

Comments

Popular posts from this blog

Ada kalanya aku ingin memperjuangkanmu

Ada kalanya aku ingin memperjuangkanmu, Dan ada kalanya juga aku merasa lelah dengan segala ketidakpastian dan pandangan miringmu terhadapku, Seandainya aku bisa egois, Seandainya aku bisa bersikap sadis, Sudah kubunuh kalian semua dan kutinggalkan begitu saja.. Tapi apa daya,  aku hanyalah seorang pemimpi besar, Yang kerjanya hanyalah memejamkan mata,   Sambil berharap semuanya akan segera berlalu 27-07-2016

Ya Sudah Sana..

Ya sudah sana.. Aku marah, dibilang bodoh Aku menangis, dianggap palsu Aku diam, dipertanyakan Aku bicara, dipersalahkan Ya sudah sana.. Aku pergi, Banyak yang lebih bisa mengganti, Aku menetap pun, hanya dilihat merepoti Ya sudah sana.. Aku mati pun kalian gak ada yang peduli, selain dari bagian dunia yang ikut aku bawa pergi. Ya sudah sana...